Adat Perkawinan Dalam Masyarakat Aceh
Keywords:
Adat Perkawinan, Masyarakat Aceh, Teori Struktural FungsionalAbstract
Adat atau disebut dengan budaya dapat diartikan dengan berbagai pengertian seperti segala aktivitas yang dilakukan oleh manusia dan berfungsi untuk memenuhi kebutuhannya, sebagai struktur dan pranata sosial yang dimiliki bersama oleh masyarakat serta berfungsi dalam aktivitas kehidupan social kemasyarakatan. Maka kajian budaya dapat dilakukan dengan menggunakan teori structural-fungsional. Hal ini karena teori structural-fungsional didasarkan pada asumsi bahwa setiap budaya memiliki struktur yang terdiri atas berbagai unsur atau elemen kehidupan dan setiap unsur atau elemen tersebut memiliki fungsi yang saling mendukung terhadap keutuhan budaya. Teori structural-fungsional ini untuk mengkaji bagaimana struktur dan fungsi dalam adat perkawinan masyarakat Aceh. Melalui kajian ini diharapkan adat perkawinan dalam masyarakat Aceh dapat berfungsi sebagai fungsi sosial yang berperan dalam memberikan sumbangan untuk mempertahankan struktur sosial dalam masyarakat Aceh dan dapat menjaga kestabilan sistem sosial dalam kehidupan masyarakat Aceh, fungsi sosial sangat diperlukan untuk melestarikan adat istiadat dalam kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Kajian ini untuk memahami lebih lanjut tentang adat perkawinan masyarakat Aceh dengan menggunakan pendekatan teoritis khususnya perspektif structural-fungsional.
References
Adimihardja, Kusnaka, (1983), Kerangka Studi Antropologi dalam Pembangunan, Bandung, Tarsito.
Agung, Dewa, dan Gede, Dewa, (2015), Pemahaman awal terhadap Anatomi teori Sosial dalam Perspektif Teori Struktural Fungsional dan Struktural Konflik Jurnal Sejarah dan Budayatahun kesembilan No. 2, Desember 2015.
Alamsyah, T., dan Jalil, T.A. (1990), Pedoman Umum Adat Aceh, Banda Aceh, LAKA Provinsi Daerah Istimewa Aceh.
Anto, Rusdi, (2018), Teori-teori Sosiologi Hukum Fungsional Struktural, Researchgate https://www.researchgate.net/publication/326610706_Teori teori_Sosiologi_hukum_Fungsional_Struktural diakses 22 Agustus 2020
Baal, Van, (1988), Sejarah Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya, Jilid 2, Jakarta, PT. Gramedia.
Bakar, Abu., Abidin, Zainal., (1993) Kumpulan Peraturan Perundang undangan Dalam Lingkungan Peradilan Agama, Jakarta yayasan Al-Hikmah.
Bakker SJ, J.W.M. (2001). Filsafat Kebudayaan , Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius.
Brown, Radcliffe-, A. R.,(1952), Structure and Function In Primitive Society, New York, The Free Press.
Darwis dan Isa Sulaiman, 1989, Kompilasi, Budaya dan Adat Aceh, Jakarta, Yayasan Toyota.
Duvall, Evelyn Millis, (1977)., Marriage and family Development, New York, J.B Lippincott Company Philadelphia
Eggan, Fred, (1972), Kinship (Introduction), dalam David L. Sills (ed.), International Encyclopedia of Social Sciences, Vol. 8, New York, Macmillan dan The Free Press. Hal. 390.
Firth, Raymond, (1969), Element of Social Organization, London, C.A, Watts & Co. Ltd.
Garna, Judistira K., (1996), Ilmu-Ilmu Sosial; Dasar-Konsep-Posisi, Bandung, Program Pascasarjana UNPAD.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures, New York: Basic Book. George Ritzer, (2011), sosiologi ilmu pengetahuan berparadigma ganda Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
George Ritzer, (2010), Teori Sosisologi Modern Jakarta: Kencana. Intan Sari devi, Studi Perbandingan Paradigma Fungsionalisme structural VS Strukturalisme Levi Strauss, Jurnal Asketik Vol 2, NO. I Juli 2018, sumber Online
Koentjaranigrat. (2009). Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. Koentjaraningrat, (1987), Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan, Jakarta, Djambatan.
Lowie, Robert H., (1961), Primitive Society, New York, Harper Torchbook.
Kuper, A. 1996. Pokok Dan Tokoh Antropologi. Jakarta : Bhratara. Mahdi, Imam, (2001). Pergeseran Nilai-Nilai Budaya Pada Sistem perkawinan Masyarakat Aceh, Bandung, Tidak Dipublikasi. Malalatoa, Yunus, (1997) Sistem Budaya Indonesia, Jakarta PT. Pamator.
Marzali, Amril, (TT)., Struktural Fungsional, Jurnal online sumber http://journal.ui.ac.id/index.php/jai/article/viewFile/3314/ 2601 diakses 15 agustus 2020.
Mujianto-Mujianto, (2016), Pendekatan Fungsional-Struktural Dalam Adat Pernikahan Sunda, Researchgate jurnal online sumber https://www.researchgate.net/publication diakses 22 Agustus 2020
Rahman, Aulia, dan Fayruz, Fatia, Syarifah.,(2015) Peran Pekan Kebudayaan Aceh IV dan V Dalam Membangkitkan Kebudayaan aceh (Studi Kasus Tari Saman Dan Tari Seudati), Jurnal Seunebok Lada Vol 2, NO I Januari-Juni 2015
Raho, Bernard., (2007), Teori Sosiologi Modern Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007.
Scoot. J (2012), Teori Sosioal, Masalah-masalah Pokok dalam Sosiologi, Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
serambinews.com dengan judul „Seulangke‟ di Pemerintah Aceh, https://aceh.tribunnews.com/2014/05/14/seulangke di-pemerintah-aceh.
Soekanto, Soejono, (2002)., Sosiologi Suatu Pengantar Cet. Ketigapuluh tiga, Jakarta, raja Grafindo Persada.
Sulaiman Et.al, (1992), Aceh: Manusia Masyarakat, Adat Dan Budaya, Banda Aceh Pusat dokumentasi dan Informasi Aceh.
Syawaluddin, Muhammad, (2015)., Kontribusi Teori fungsionalisme structural parson: Pengelolaan system social marga di sumatera Selatan, Jurnal Sosiologi Reflektif, Volume 10, NO.1, oktober 2015 sumber online: https://media.neliti.com/media/publications/131102-ID pengelolaan-sistem-sosial-marga-di-sumat.pdf. diakses 15 Agustus 2020.
Siswanto,Budi, (2016)., Pengantar Teori social, Jakarta, Grasindo Yearly, S (2005), Making Sense of Saince, Understanding the Social Study of Science, London: Sage Publication.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Yuliza Yuliza

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



