Reimagining Fiscal Policy in Indonesia: Integrating Islamic Fiscal Instruments for Equitable and Sustainable Public Finance
Main Article Content
kartika marella vanni
Agus Sulistiyono
This study examines the implementation of fiscal policy in Indonesia from the perspective of Islamic economics. The discussion is motivated by the persistent structural pressure on the state budget: the 2024 budget closed with a deficit of IDR 507.8 trillion, equivalent to 2.29 percent of gross domestic product, while the tax ratio fell to 10.08 percent, the lowest among comparable economies in the region, and outstanding central government debt reached IDR 9,637.9 trillion by the end of 2025. At the same time, the redistributive capacity of the existing fiscal system remains limited, as indicated by a Gini ratio of 0.375 in March 2025, and the national zakat potential of IDR 327 trillion is largely untapped, with actual collection of only around IDR 41 trillion. This research applies a qualitative approach using library research, drawing on academic books, scholarly articles, statutory documents, and official government publications, which are then examined through content analysis. The findings show that fiscal policy in Islamic economics rests on the principles of justice, efficiency, and public benefit, as demonstrated during the era of the Prophet Muhammad and the Rightly Guided Caliphs, when expenditure was calibrated to actual revenue and administered through the baitul mal. In Indonesia, several Islamic fiscal instruments have been partially absorbed into the national system, most notably zakat as a deduction from taxable income, yet regulatory ambiguity and weak inter-institutional coordination persist. The study recommends strengthening the synergy between zakat and taxation and formulating fiscal policy grounded in Islamic values more systematically.
Badan Amil Zakat Nasional. "Potensi Zakat untuk Indonesia Emas: BAZNAS Targetkan Rp327 Triliun per Tahun." November 1, 2024. https://kabsidoarjo.baznas.go.id/news-show/BAZNASRI/11264.
Badan Pusat Statistik. "Gini Ratio Maret 2025 Tercatat Sebesar 0,375." Berita Resmi Statistik, July 25, 2025. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/07/25/2519/gini-ratio-maret-2025-tercatat-sebesar-0-375.html.
Budiawan, A. "Defisit Anggaran Indonesia: Tantangan dan Kebijakan yang Dipertanyakan." Kupas Merdeka, March 2025. https://www.kupasmerdeka.com/2025/03/defisit-anggaran-indonesia-tantangan-dan-kebijakan-yang-dipertanyakan/.
"Defisit APBN 2024 Capai Rp507,8 Triliun, 2,29 Persen dari PDB." Kompas.com, January 6, 2025. https://money.kompas.com/read/2025/01/06/131338226/defisit-apbn-2024-capai-rp-5078-triliun-229-persen-dari-pdb.
Hasan, Andika, Rheiva Syahra Sovialencia, Popy Widya Wulandari, Nuril Fatimah Zahro. "Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi Islam." Mutiara: Multidiciplinary Scientific Journal 3, no. 2 (2025). https://doi.org/10.32694/qst.v17i2.798.
Hasan, S. Z. "Integrasi Zakat sebagai Reformulasi Kebijakan Fiskal Indonesia Berbasis Syariah dengan Prinsip Ekonomi Islam." Journal of Economic Business & Law Review (2024). https://doi.org/10.19184/jeblr.
Jajuli, S. "Kebijakan Fiskal dalam Perspektif Islam (Baitul Maal sebagai Basis Pertama dalam Pendapatan Islam)." Ad Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam 1, no. 1 (2018). https://doi.org/10.30868/ad.v1i01.225.
Karbila, I. H., A. Helim, R. Rofii. "Kebijakan Fiskal pada Masa Rasulullah dan Sekarang." AL-Muqayyad 3, no. 2 (2020). https://doi.org/10.46963/jam.v3i2.283.
Karim, Adiwarman A. Ekonomi Makro Islami. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007.
"Kebijakan Fiskal untuk Perkembangan Bank Syariah." Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah. Accessed April 15, 2025. https://kneks.go.id/berita/272/kebijakan-fiskal-untuk-perkembangan-bank-syariah.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. "APBN: Instrumen Kunci Menjaga Stabilitas dan Mendukung Pertumbuhan." Accessed April 15, 2025. https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/watampone/id/data-publikasi/309-artikel/3764-apbn-instrumen-kunci-menjaga-stabilitas-dan-mendukung-pertumbuhan.html.
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. "Zakat Bisa Jadi Pengurang Pajak." https://stats.pajak.go.id/id/artikel/zakat-bisa-jadi-pengurang-pajak.
Kholis, Nur. "Perpajakan di Indonesia dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam." Jurnal EKBISI 5, no. 1 (2010).
Minarni. Falsifikasi Kebijakan Fiskal di Indonesia Perspektif Islam: Menemukan Relevansi Pemikiran Ibnu Taimiyah tentang Keuangan Publik sebagai Potret Khazanah Kebijakan Fiskal Periode Klasik Islam. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2015.
Nofrianto, A. Ibrahim, E. A. Kholis, S. A. Utami. Pengantar Ekonomi Syariah. Jakarta: Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, Bank Indonesia, 2021.
Nurfida, S., H. Dahayu, S. P. Qomariyah, M. F. Hasym. "Zakat sebagai Instrumen Kebijakan Fiskal Islam." Jurnal Ekonomi Revolusioner 7, no. 12 (2024).
Oktaviana, M., S. B. Harahap. "Kebijakan Fiskal Zaman Rasulullah dan Khulafaurrasyidin." Nazharat: Jurnal Kebudayaan 26, no. 1 (2020). https://doi.org/10.30631/nazharat.v26i01.29.
Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 136/PMK.03/2011 tentang Pengenaan Pajak Penghasilan untuk Kegiatan Usaha Perbankan Syariah.
"Posisi Utang Pemerintah Indonesia Tembus Rp9.637 Triliun, Rasio terhadap PDB 40,46%." Kontan.co.id, February 13, 2026. https://nasional.kontan.co.id/news/posisi-utang-pemerintah-indonesia-tembus-rp-9637-triliun-rasio-terhadap-pdb-4046.
Purwiyanto. Dasar-Dasar Praktek Penyusunan APBN di Indonesia. Jakarta: Direktorat Penyusunan APBN, Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan, 2013.
Razali, Ramadhan, Muh. Nashirudin, Zulfikar Zulfikar, and Mahdi Mahdi. “Modelling Consumer Adoption of Blockchain-Based Halal Traceability System: Integrated Behavioural-Innovation Framework”. Shirkah: Journal of Economics and Business 11, no. 1 (May 2, 2026): 65–83. https://doi.org/10.22515/shirkah.v11i1.981
Razali, Ramadhan, Almira Keumala Ulfah, Sherif Mohamed A. Ismail, and Enkeleda Lulaj. “Beyond Sharia Compliance: Shifting Muslim Consumer Expectations and the Strategic Response of the Global Halal Industry”. El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) 16, no. 1 (April 1, 2026): 1–17. https://doi.org/10.15642/elqist.2026.16.1.1-17
Rozalinda. Ekonomi Islam: Teori dan Aplikasinya pada Aktivitas Ekonomi. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2014.
Satria Ilham, U. S. "Teori Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi Islam." Ar-Rihlah: Jurnal Keuangan dan Perbankan Syariah 4, no. 2 (2024). https://doi.org/10.37202/kmmr.2024.29.2.1.
Soediyono. Ekonomi Makro. Yogyakarta: Liberty, 1992.
Sukirno, Sadono. Makroekonomi: Teori Pengantar. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2006.
Supangat. "Kebijakan Fiskal Negara Indonesia dalam Perspektif Ekonomi Islam." Economica: Jurnal Ekonomi Islam 4, no. 2 (2013). https://doi.org/10.21580/economica.2013.4.2.781.
"Tax Ratio Indonesia Anjlok ke Level 10,07 Persen PDB pada 2024." Pajak.com, February 28, 2025. https://www.pajak.com/pajak/tax-ratio-indonesia-anjlok-ke-level-1007-persen-pdb-pada-2024/.
"Tax Ratio Indonesia Terendah Dibandingkan Negara-Negara Se-Level, Ini Rinciannya." Bisnis.com, March 8, 2026. https://ekonomi.bisnis.com/read/20260308/259/1958700/tax-ratio-indonesia-terendah-dibandingkan-negara-negara-se-level-ini-rinciannya.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan.





