Status Kepemilikan Harta Waqaf Menurut Hukum Keluarga Islam (Studi Komparatif Istinbath Mazhab Syafi’I Dan Maliki Tentang Tuntutan Ahli Waris Terhadap Waqaf)
DOI:
https://doi.org/10.47766/jeulame.v1i1.2920Keywords:
Harta Wakaf, Hukum Keluarga Islam, Fikih Syafi'i, MalikiAbstract
Perwaqafan atau waqaf merupakan pranata keagamaan Islam yang sudah mapan. Dalam hukum Islam, waqaf tersebut termasuk kedalam kategori ibadah kemasyarakatan (ibadah ijtimā’iyyah). Sepanjang sejarah Islam, waqaf merupakan sarana dan modal yang amat penting dalam memajukan perkembangan agama. Setiap masyarakat menyediakan pelayanan umum yang dibutuhkan oleh manusia secara keseluruhan atau kebanyakan anggota masyarakat. Tempat peribadatan adalah salah satu contoh waqaf yang dikenal oleh manusia sejak dahulu kala. Demikian juga mata air, jalan, dan tempat-tempat yang sering digunakan masyarakat seperti tanah dan bagunan yang sering digunakan masyarakat, namun kepemilikannya bukan atas nama pribadi. Karena itu, tidak ada seorangpun yang mempunyai hak penuh untuk mengatur tempat itu, kecuali ia telah diberi mandat untuk pengelolahannya seperti para pemuka agama.
References
Abdul Halim, Hukum Perwaqafan di Indonesia, Jakarta: Ciputat Press, 2005,
Ahcmad Djunaidi dan Thobieb Al-Asyhar. Menuju Era Waqaf Produktif: Sebuah Upaya Progresif Untuk Kesejahteraan Ummat, cet ke-3 Jakarta, Mitra Abadi Press, 2006
Ahmad Rofiq, Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997,
Ahmad ibn Muhammad ibn Ali ibn Hajar Al-Haitamy, Tuhfah Al-Muhtaj fii Syarh Al-Minhaj, Jld.6, Maktabah Syamilah Ar-raudah v.3.61, 2014.
Dr. Mundzir Qahaf, Manajemen Waqaf prduktif, Penerjemah: hal. Muhyiddin Mas Rida, Lc. cet ke-3 Jakarta : Pustaka Al-Kausar Grup, 2007
Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Rilis Kabar Afika, 2005,
Direktorat Pemberdayaan Waqaf Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama RI, Fiqih Waqaf, Jakarta: Februari,2007,
Eriyanto, Analisis Isi: Pengangar Metodologi untuk Penelitian Komunikasi danIlmu Sosial Lainnya, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2001.
H. Abdul Halim, M.A, Hukum Perwaqafan di Indonesia, Jakarta: Ciputat Press, 2005,
Imam suhadi, Waqaf untuk Kesejahteraan Umat, cet ke-1 Yogyakarta : Dana Bakti Prima Yasa, 2002
Ismail Muhammad Syah dkk, Filsafat Hukum Islam, cet ke-2 Jakarta : Bumi Aksara, 1992
Ibrahim Al-Bajuriy, Hāsyiyah Al-Bajuriy 'ala Syarh Fath Al-Qarib, Jld. I, Jeddah: Haramain, t.th,
Mestika Zed, Metode Penelitian Kepustakaan, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004,
Rozalinda, Manajemen Waqaf Produktif, Jakarta: Rajawali Press, 2015,
Syaikh Muhammad al-Sharbini al-Khatib: Abi Zakariya Ibn Sharaf al-Nawawi. Al-Mughni al-Muhtaj, Jld.II, Matbaah al-Babiy al-Halabi 1958
Tim penyusun buku, Perkembangan pengelolaan Waqaf di Indonesia, cet ke-4 Jakarta : Pemberdayaan Waqaf Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam, Depag, 2006
Wahbah az-Zuhaili, Al-Fiqhu al-Islami wa Adillatuhu, Damaskus : Dar-Fikri al-Mu’ashir
Wikipedia Indonesia, https:// id.m. wikipedia. org/wiki/ Mazhab-Māliki, diakses pada tanggal 22 Juni 2022.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 mujlisal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.