Transformasi Perilaku Content Creator Melalui Eksposur Diksi “Teumeunak” Tiktokers Aceh
Keywords:
Transformasi, Perilaku, teumeunak, tiktikers acehAbstract
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah memunculkan fenomena bahasa baru yang menarik untuk diteliti. Salah satunya adalah penggunaan diksi teumeunak (bahasa kasar Aceh) oleh content creator Aceh yang semakin populer di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan diksi teumeunak, dampaknya terhadap transformasi perilaku content creator, respons netizen, serta implikasinya bagi identitas budaya dan norma komunikasi masyarakat Aceh. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan netnografi melalui observasi media, dokumentasi digital, serta analisis tematik. Penelitian ini menggunakan kerangka Teori Perilaku Sosial, Teori Identitas Sosial Tajfel, Teori Komunikasi Konstruktivis, dan teori pragmatik. Informan penelitian terdiri dari lima akun TikTokers Aceh (@cutbul_official, @mamamudastore61, @kun_malek96, @fuadikayma, @duta_baygon) yang aktif menggunakan diksi tersebut, serta netizen pada kolom komentar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teumeunak meningkat seiring tingginya respons audiens berupa like dan views. Diksi ini berfungsi sebagai ekspresi emosi, humor, hingga penegasan identitas lokal. Namun, tren ini juga menimbulkan kekhawatiran terhadap normalisasi bahasa kasar dan pergeseran nilai kesantunan berbahasa dalam budaya Aceh yang religius
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 JICOMS: Journal of Islamic Communication and Media Studies

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

