Ulama, Madrasah dan Legitimasi Kekuasaan: Dinamika Otoritas Keilmuan dalam Sejarah Islam
DOI:
https://doi.org/10.47766/moderation.v1i2.4833Keywords:
Ulama, Madrasah, Legitimasi Politik, Otoritas Ilmu, Sejarah IslamAbstract
Artikel ini mengeksplorasi peran ulama dalam membangun otoritas ilmu keislaman dan legitimasi politik di masyarakat Islam. Ulama tidak hanya bertindak sebagai pewaris pengetahuan agama tetapi juga sebagai mediator sosial-politik yang berpengaruh. Melalui madrasah sebagai institusi pendidikan formal, ulama menciptakan jaringan keilmuan yang melintasi batas wilayah dan mazhab, memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu dan stabilitas masyarakat. Selain itu, ulama memainkan peran strategis dalam mendukung legitimasi penguasa melalui fatwa, pengelolaan wakaf, dan partisipasi dalam institusi pemerintahan. Namun, peran ini sering kali menimbulkan dilema, karena ulama harus menjaga independensi keilmuan mereka di tengah tekanan politik. Contoh dari Persia dan Qatar menunjukkan bahwa ulama tidak hanya berperan dalam membangun pengaruh spiritual tetapi juga berfungsi sebagai mediator antara pemerintah dan rakyat, meskipun mereka sering menghindari keterlibatan langsung dalam politik praktis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ulama adalah aktor kunci dalam sejarah Islam yang mengintegrasikan keilmuan, spiritualitas, dan kekuasaan. Namun, menjaga keseimbangan antara peran intelektual dan politik tetap menjadi tantangan utama bagi ulama sepanjang sejarah.
References
Afkari, Sulistiyowati Gandariyah. “Dinamika Pertumbuhan Pendidikan Islam Periode Pertengahan: Setelah Jatuhnya Baghdad, Kerajaan Mughal Di India, Kerajaan Safawi Di Persia, Dan Kerajaan Usmani Di Turki.” TANJAK: Journal of Education and Teaching 1, no. 1 (2020): 75–87.
Al-Khatib, Mu’taz. “Muslim Jurist and the State during the Arab Uprisings.” Majallah Tabayun 4, no. 9 (2014): 63–84.
Alfarizi, M Z. Tragedi-Tragedi Paling Memilukan Dalam Sejarah Islam. LAKSANA, 2021.
Bakour, Bachar. “Regime or Revolution? The Dilemma of Syria’s Religious Institutions: The Example of the Fatih Institute.” Politics, Religion and Ideology 21, no. 2 (April 2020): 232–50. https://doi.org/10.1080/21567689.2020.1763317.
Bisri, Hasan. Sistem Hukum Kenegaraan Iran. LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2020.
Dr.Rahmat Hidayat, MA. Konsep Dasar Ilmu Pendidikan Islam. معرفت ادیان. Vol. 4. Guepedia, 2019.
Fathoni, Mochamad. “Relevansi Maqasid Syariah Sebagai Pendekatan Baru Diplomasi Islam Dalam Penyelesaian Konflik Minoritas: Teori Dan Praktik.” Insignia Journal of International Relations 4, no. 01 (April 2017): 36. https://doi.org/10.20884/1.ins.2017.4.01.485.
Gofur, Abdul. “History of the Salajiqoh Dynasty.” Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam 2, no. 2 (2023): 208–22. https://doi.org/10.38073/aljadwa.v2i2.1034.
Hadi, Taufiqul. “Paradigma Integralistik Agama Dan Negara: Studi Kritis Pemikiran Politik Abū A’lā Al - Maudūdī.” TANFIDZIY: Jurnal Hukum Tata Negara Dan Siyasah Vol.2, no. 2 (2023): 131–46.
Hidajati, Fitrijah, Desy Wulandari, Abdul Kholiq, and Choirul Mahfud. “Madrasah Dan Sejarah Sosial Pendidikan Islam.” NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan Dan Sosial Keagamaan 6, no. 1 (2019): 1–14. https://doi.org/10.51311/nuris.v6i1.115.
Iqbal, Muhammad. The Reconstruction of Religious Thought in Islam (Encountering Traditions). Stanford University Press; Stanford University Press, 2013.
Kristianto, Davit, Alimni, and Ismail. “Perbedaan Pemikiran Islam Klasik, Pertengahan, Dan Modern Serta Perkembangannya.” Madinah: Jurnal Studi Islam 10, no. 1 (2023): 131–45. https://doi.org/10.58518/madinah.v10i1.1480.
Manan, N A. “Buku: Peran Ulama Dalam Politik Aceh Kontemporer.” Young Progressive Muslim, 2023.
Mardatillah B, Alya, Eva Dewi, and Riski Sefrianti. “Pemikiran Pendidikan Masa Bani Umayyah (661-750 M).” INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research Volume 4, no. 3 (2024): 6657–69.
Maulida, Maulida. “Wacana Intelektual Keagamaan Islam Di Indonesia Dengan Timur Tengah.” Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman 5, no. 1 (2021): 76. https://doi.org/10.47498/bidayah.v12i1.481.
Mudzakkir, Ahmad, Wahyuddin Naro, and Muhammad Yahdi. “Sejarah Pendidikan Islam: Karakter Pendidikan Islam Klasik & Modern.” Indonesian Journal of Islamic Educational Review 1, no. 3 (2024): 176–86.
Muhajir, Muhajir. “Madrasah Di Makkah Dan Madinah.” Alqalam 20, no. 98–99 (2003): 191. https://doi.org/10.32678/alqalam.v20i98-99.641.
Naldi, A. “NETWORK OF THE MIDDLE EAST NUSANTARA ULAMA (20th Century To 21st Century).” At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam Dan … 6, no. 2 (2022): 233–54.
Rahimi, and Syaibatul Hamdi. “Peran Ulama Dayah Aceh Melalui Pendidikan Agama Islam Dalam Membentengi Masyarakat Terhadap Faham Radikalisme.” Bidayah: Studi Ilmu-Ilmu Keislaman, 2023, 31–47. https://doi.org/10.47498/bidayah.v14i1.1227.
Rahmat, Abdul Latif, and Kholid Mawardi. “Sistem Pemerintahan, Politik Dan Peran Ahlu Hall Wal ‘Aqdi Pada Masa Khulafaur Rasyidin.” Transformasi Manageria: Journal of Islamic Education Management 4, no. 1 (2023): 30–41. https://doi.org/10.47467/manageria.v4i1.3708.
Robinson, Francis. The Ulama of South Asia: Modernization, the State, and the Politics of Religious Knowledge. Cambridge University Press, 2017.
Syahid. “( Periode Awal Hingga Madrasah Nizhamiyah ).” Qathrunâ, 5, no. 1 (2018): 59–72.
Zaman, Muhammad Qasim. Modern Islamic Thought in a Radical Age: Religious Authority and Internal Criticism. Cambridge University Press, 2014.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 M. Rezki Andhika, Syaibatul Hamdi, Jailani Jailani, Ajidan Ajidan, Rizki Syahputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
