Keadilan Gender Dalam Perspektif Al-Quran: Studi Hermeneutika Hamka Dalam Buku Buya Hamka Berbicara Tentang Perempuan
Keywords:
Keadilan Gender, Hermeneutika, Tafsir Al-Qur'an, Hamka, DekonstruksiAbstract
Penelitian ini mengkaji konsep keadilan gender dalam perspektif Al-Qur’an melalui studi hermeneutika terhadap pemikiran Buya Hamka, khususnya sebagaimana dituangkan dalam buku Buya Hamka Berbicara tentang Perempuan. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika filosofis dan metode dekonstruksi Jacques Derrida, penelitian ini bertujuan menelaah lebih dalam bagaimana tafsir Hamka membongkar oposisi biner yang kerap muncul dalam penafsiran klasik tentang perempuan, serta mengangkat potensi resistensi makna yang lebih adil gender. Penelitian ini merupakan studi kualitatif berbasis pustaka (library research) yang menganalisis lima belas ayat Al-Qur’an yang dibahas Hamka dalam karyanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Hamka, meskipun masih menggunakan bahasa dan struktur tradisional, menyimpan kemungkinan makna yang lebih progresif dan inklusif. Melalui pendekatan dekonstruksi, terungkap bahwa Hamka tidak sekadar mereproduksi tafsir klasik, melainkan secara halus menyisipkan nilai-nilai keadilan, kesetaraan moral, dan penghargaan terhadap perempuan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa pemikiran Hamka dapat dibaca ulang sebagai bagian dari diskursus tafsir yang tidak hanya bernilai historis, tetapi juga potensial untuk pengembangan tafsir yang lebih kritis dan berkeadilan di masa kini. Kata kunci: Buya Hamka, tafsir, keadilan gender, dekonstruksi, hermeneutika, perempuan
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Muhkamat : Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


