Kepemimpinan Non-Muslim dalam Al-Qur’an: Kajian Hermeneutik terhadap QS. Al-Mā’idah 51, Ali Imran 28, dan An-Nisā’ 144

Authors

  • Raifatul Rifka UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe
  • Amanda Syahryani UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe

Keywords:

Kepemimpinan non muslim, al quran, hermeneutik, QS Al maidah

Abstract

Manusia diamanahkan sebagai khalifah di bumi untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan kehidupan, sebagaimana tercermin dalam QS. Al-Baqarah ayat 30. Amanah ini tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga pengelolaan kehidupan sosial, termasuk persoalan kepemimpinan. Dalam konteks negara demokratis dan pluralistik seperti Indonesia, isu kepemimpinan non-Muslim sering memunculkan perdebatan, sebagaimana terlihat pada polemik pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2014. Perbedaan pandangan ulama terkait pemimpin non-Muslim berakar pada penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an, di mana sebagian ulama menolak berdasarkan interpretasi tekstual, sementara ulama lain memberikan kelonggaran dengan mempertimbangkan prinsip keadilan, kompetensi, dan kemaslahatan. Artikel ini membahas dinamika pemikiran Islam mengenai kepemimpinan non-Muslim di negara hukum Indonesia serta menganalisis argumen ulama yang pro maupun kontra terhadap fenomena tersebut. Kajian ini menggunakan analisis literatur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, pandangan ulama klasik dan kontemporer, serta konteks sosial-politik Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan pendapat terkait kepemimpinan non-Muslim tidak hanya berkaitan dengan dalil tekstual, tetapi juga dengan pemahaman terhadap konteks historis, prinsip kemaslahatan, dan karakter negara modern yang inklusif.

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles