Asymmetry in Power Relations and the Role of the LPSK in Protecting Justice Collaborators: An Empirical Study of Criminal Cases Involving Law Enforcement Officials in Palangka Raya
Main Article Content
Herna Fitriani
Novea Elisya Mawarni
Fransisco Fransisco
Heriamariaty Heriamariaty
Mulida Hayati
Rico Septian Noor
This study was prompted by a criminal case in Palangka Raya City involving a cooperating witness (Justice Collaborator) who faced intimidation during the law enforcement process. This situation highlights asymmetrical power relations that potentially hinder investigations and reduce the effectiveness of legal protection. This study aims to analyze the legal considerations of the Witness and Victim Protection Agency (LPSK) in designating MH as a Justice Collaborator and to examine the role of the LPSK in providing protection during the trial process at the Palangka Raya District Court. Employing an empirical legal method with a qualitative approach, data were collected through interviews with an expert staff member of the LPSK’s Protection Bureau and the Chair of the Genta Keadilan Legal Aid Institute, who served as MH’s legal counsel. The findings indicate that MH’s designation as a Justice Collaborator was based on the fact that he was not the principal perpetrator, the importance of his testimony in uncovering the offense, his good faith, and the need for protection due to intimidation and psychological trauma. The protection provided by the LPSK includes physical, psychological, legal, and family protection, enabling the witness to testify freely and safely throughout the judicial process. Theoretically, this study reinforces research on the importance of protecting Justice Collaborators in power imbalances, demonstrating that legal protection effectiveness depends on institutional implementation rather than statutory norms alone. Practically, these findings serve as an evaluative basis for the LPSK and law enforcement to strengthen protection mechanisms in cases involving unequal power dynamics.
Alamri, Hadi. “Kedudukan Keterangan Ahli Sebagai Alat Bukti Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.” Lex Privatum V, no. 1 (2017): 31–38. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/15109/14672.
Afifah, Nur, Iqbal Kamalludin, and Yusril Bariki. “Politik Hukum Progesif Dalam Perkembangan Justice Collaborator Sebagai Upaya Penegakan Keadilan Berimbang Di Indonesia.” Crepido 4, no. 2 (2022): 114–126. https://doi.org/10.14710/crepido.4.2.114-126.
Ananda, Cut Tiara, Zulfan Zulfan, and Fitria Mardhatillah. “Justice Collaborator Dalam Tindak Pidana Narkotika ( Studi Putusan Nomor : 254 / PID . SUS / 2023 / PT PTK ).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Hukum (JIMFH) 8, no. 3 (2025): 1–14. https://doi.org/10.29103/jimfh.v8i3.21943.
Djamaludin, and Yanuriasnyah Arrasyid. “Pemenuhan Keadilan Dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia Melalui Tugas LPSK.” Jihk 5, no. 2 (2024): 30–44. https://doi.org/10.46924/jihk.v5i2.188.
Fikriyah, Amalina, Ali Masyhar, and Cahya Wulandari. “Justice Collaborator Dalam Pertimbangan Hakim Memutus Perkara.” Jurnal Hukum & Pembangunan 53, no. 3 (2023). https://doi.org/10.21143/jhp.vol53.no3.1558.
Halawa, Notarius, Alberton Gultom, Alusianto Hamonangan, and Jaminuddin Marbun. “Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia.” Jurnal Retentum 6, no. 1 (2024): 127–136. http://dx.doi.org/10.46930/retentum.v6i1.4242.
Junaidi, Muhammad, and Wenisa Zahara. “Perlindungan Hukum Oleh LPSK Terhadap Justice Collaborator Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.” Tahkim 19, no. 1 (2023): 27–39. https://doi.org/10.33477/thk.v19i1.4447.
Kresna, I Made, and Sanjaya Aditama. “Pembaharuan Hukum Pidana Di Indonesia : Analisis KUHP Baru Dan Implikasinya.” Perspektif Administrasi Publik Dan Hukum 3, no. 1 (2026): 11–19. https://doi.org/10.62383/perspektif.v3i1.907.
Kristanto, Petrus Kanisius Eko, and Kristiyadi. “Perlindungan Saksi Dalam Proses Penyidikan Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Saksi Dan Korban.” Verstek : Jurnal Hukum Acara 11, no. 1 (2023): 78–87. https://doi.org/10.20961/jv.v11i1.71424.
Kurniawan, Al Amin, Muhammad Aziz, Endah Rahmayani, and Akly Pebri. “Justice Collaborator Dalam Persfektif Kepastian Hukum Di Indonesia.” Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian 5, no. 1 (2025): 112–119. https://doi.org/10.31933/ejpp.v5i1.1240.
Laack, Amalo, Sonbait. “Tantangan Dan Hambatan Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (LPSK) Dalam Melaksanakan Tugasnya Di Kota Kupang.” ArtemisLawJournal 3, no. 2 (2026): 212–229. https://doi.org/10.35508/alj.v3i2.22351.
Laoly, Malau. “Analisis Yuridis Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Dan Korban Dalam Perspektif Perkara Pidana.” Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi 6, no. 2 (2020). https://doi.org/10.24952/yurisprudentia.v6i2.3095.
Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. 1st ed. Nusa Tenggara Barat: Mataram University Press, 2020.
Mihot Lenardo, Najwa Aulia Ramadhani, and Junifer Dame Panjaitan. “Keterbatasan Jangkauan Dan Mekanisme Perlindungan Korban Oleh Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (LPSK) Terhadap Korban Pemerkosaan Di Indonesia.” Desentralisasi : Jurnal Hukum, Kebijakan Publik dan Pemerintahan 2, no. 2 (2025): 115–125. https://doi.org/10.62383/desentralisasi.v2i2.659.
Nurain, Sukma. “Urgensi Perlindungan Hukum Justice Collaborator Dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi Di Indonesia.” Jurnal Usm Law Review 12, no. 4 (2024): 1006–1017. https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9507.
Pasaribu, Edwin Partogi. Justice Collaborator (Saksi Pelaku): Kajian, Praktik, Komparasi Dan Pembaharuan Hukum. Jakarta: Alex Media Komputindo, 2025.
Rangkuti, Putri Ramadhani, Kayla Nazwa Wardina, Nur Jihan Husaini, Nurjannah Hasibuan, and Nova Maulana Sofa Siregar. “Analisis Efektivitas Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (Lpsk) Dalam Menangani Kasus Kejahatan.” SULTAN ADAM: Jurnal Hukum Dan Sosial 3, no. 2 (2025): 205–213. https://doi.org/10.71456/sultan.v3i2.1552.
Rangkuty, Putri Ramadhani, Muhammad Aldi Khoiri, and Mirna Syahfitri Rahmadani, “Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Dan Korban Dalam Undang- Undang LPSK” 4, no. 1 (2026): 306–314. https://doi.org/10.61722/jipm.v4i1.1886.
Redaya, Aditya, Helvis, I Made Kantikha, and Nardiman. “Kedudukan Hukum Justice Collaborator Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia.” Parlementer : Jurnal Studi Hukum Dan Administrasi Publik 1, no. 3 (2024): 1–18. https://doi.org/10.62383/parlementer.v1i3.56.
Sari, Ayu Wahyuning. “Peran Justice Collaborator Tindak Pidana Korupsi Terhadap Penegakan Hukum.” Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development 8, no. 1 (2025): 644–662. https://doi.org/10.38035/rrj.v8i1.1886.
Alamri, Hadi. “Kedudukan Keterangan Ahli Sebagai Alat Bukti Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.” Lex Privatum V, no. 1 (2017): 31–38. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/lexprivatum/article/view/15109/14672.
Junaidi, Muhammad, and Wenisa Zahara. “Perlindungan Hukum Oleh LPSK Terhadap Justice Collaborator Dalam Pengungkapan Tindak Pidana Pembunuhan Berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.” Tahkim 19, no. 1 (2023): 27–39. https://doi.org/10.33477/thk.v19i1.4447.
Kresna, I Made, and Sanjaya Aditama. “Pembaharuan Hukum Pidana Di Indonesia : Analisis KUHP Baru dan Implikasinya.” Perspektif Administrasi Publik Dan Hukum 3, no. 1 (2026): 11–19. https://doi.org/10.62383/perspektif.v3i1.907.
Kristanto, Petrus Kanisius Eko, and Kristiyadi. “Perlindungan Saksi Dalam Proses Penyidikan Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Saksi Dan Korban.” Verstek : Jurnal Hukum Acara 11, no. 1 (2023): 78–87. https://doi.org/10.20961/jv.v11i1.71424.
Kurniawan, Al Amin, Muhammad Aziz, Endah Rahmayani, and Akly Pebri. “Justice Collaborator Dalam Persfektif Kepastian Hukum Di Indonesia.” Ekasakti Jurnal Penelitian dan Pengabdian 5, no. 1 (2025): 112–119. https://doi.org/10.31933/ejpp.v5i1.1240.
Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. 1st ed. Nusa Tenggara Barat: Mataram University Press, 2020.
Rangkuti, Putri Ramadhani, Kayla Nazwa Wardina, Nur Jihan Husaini, Nurjannah Hasibuan, and Nova Maulana Sofa Siregar. “Analisis Efektivitas Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (Lpsk) Dalam Menangani Kasus Kejahatan.” SULTAN ADAM: Jurnal Hukum Dan Sosial 3, no. 2 (2025): 205–213. https://doi.org/10.71456/sultan.v3i2.1552.
Redaya, Aditya, Helvis, I Made Kantikha, and Nardiman. “Kedudukan Hukum Justice Collaborator Dalam Sistem Peradilan Pidana Di Indonesia.” Parlementer : Jurnal Studi Hukum Dan Administrasi Publik 1, no. 3 (2024): 1–18. https://doi.org/10.62383/parlementer.v1i3.56.
Sururiyah, Lailatus. “Perlindungan Hukum Terhadap Saksi Dan Korban Oleh Lembaga Perlindungan Saksi Dan Korban (Lpsk).” Iuris Studia : Jurnal Kajian Hukum 4, no. 3 (2023): 173–180. https://doi.org/10.55357/is.v4i3.425.
Wawancara Pibadi Dengan Parlin Bayu Hutabarat, S.H., M.H (Ketua Lembaga Bantuan Hukum Genta Keadilan), Palangka Raya, 27 Februari 2026.
Wawancara Pribadi Dengan Abdanev Jopa (Tenaga Ahli Biro Perlindungan LPSK), Jakarta, 27 Februari 2026.

