Kekerasan Terhadap Anak Dalam Pendidikan Islam Menurut Ibnu Khaldun

Authors

  • Husaini Husaini Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe

Keywords:

Ibn Khaldun, Kekerasan, Pendidikan Anak

Abstract

Kedudukan anak dalam rumah tangga sebenarnya dalam posisi lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Secara psikologis, anak masih bergantung pada orang-orang dewasa di sekitarnya.  Di dalam diri anak  sangat membutuhkan kasih sayang dan perlingdungan dari orang dewasa, baik dari lingkugan keluarga dan lingkungan pendidikannya.. Kekerasan yang terjadi terhadap anak dapat membahayakan Fisik dan Psikis anak.  Dalam  Pemikiran Ibnu Khaldun tentang kekerasan terhadap anak dalam pendidikan adalah. Ibnu Khaldun melarang kekerasan terhadap anak dalam pendidikan hal ini bisa membahayakan fisik dan psikis peserta didik. Ibnu khaldun menawarkan konsepnya ialah menekankan kepada pendidik agar mendidik dengan lemah lembut dan kasih sayang terhadap peserta didik. Secara keseluruhan Ibnu Khaldun menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan kekerasan hendaknya dihapuskan didalam dunia pendidikan. Penghapusan kekerasan dalam dunia pendidikan hendaknya menjadi bagian dari keinginan untuk memajukan pendidikan, peningkatan akhlak dan moral anak didik.

References

Atmasasmita, R (1997). Pendidikan di Indonesia, Bandung: Mandar Maju

Kamal, M. (2005). Pysikologi Anak, Jakarta: Erlanga

Kazhim, M. N (2010). Mendidik Anak Tampa Kekerasan, Jakarta: Pustaka Al- Kaustra

Majib, A (1996). Al- Kisah, Semarang: Tuha putra , 1996

Soenarjo (1971). Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta: Depag RI

Sudarko (2009). Kemanusiaan yang beradab, Semarang: Aneka Ilmu

Downloads

Published

2017-06-30

How to Cite

Husaini, H. (2017). Kekerasan Terhadap Anak Dalam Pendidikan Islam Menurut Ibnu Khaldun. Idarah (Jurnal Pendidikan Dan Kependidikan), 1(1), 1–15. Retrieved from https://journal.uinsuna.ac.id/index.php/idarah/article/view/5

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.