Strategi Dakwah pada Warga Binaan di Lapas Kelas II B Blangpidie

Authors

  • Sella Musfira Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Khairul Habibi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Raihan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

DOI:

https://doi.org/10.47766/liwauldakwah.v16i1.7502

Keywords:

Strategi dakwah, pembinaan keagamaan, warga binaan, pemasyarakatan, dakwah kontekstual

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dakwah dalam pembinaan keagamaan warga binaan di Lapas Kelas IIB Blangpidie serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan petugas lapas, warga binaan, dan penyuluh agama, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah dilaksanakan melalui pengajian, ceramah, pembelajaran Al-Qur’an, shalat berjamaah, dan peringatan hari besar Islam. Strategi dakwah yang diterapkan meliputi lima bentuk utama, yaitu strategi berbasis kebutuhan, strategi persuasif-dialogis, strategi keteladanan (uswah hasanah), strategi kolaboratif, dan strategi pembinaan berkelanjutan, yang berlandaskan pada pendekatan bil hikmah, mau’izhah hasanah, dan mujadalah billati hiya ahsan. Faktor pendukung meliputi kerja sama kelembagaan dan partisipasi warga binaan, sedangkan hambatan mencakup keterbatasan sarana, SDM, dan keberagaman latar belakang keagamaan. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan normatif dakwah Qur’ani dengan lima strategi operasional yang adaptif dalam konteks lembaga pemasyarakatan. Secara teoretis, temuan ini menegaskan bahwa efektivitas dakwah ditentukan oleh kemampuan adaptasi terhadap kondisi sosial-psikologis mad’u dalam lingkungan khusus seperti lapas.

Published

2026-06-29