Women’s Right to Education: How the Islamic View Breaks Down the Domestic Stigma that “A Woman’s Place is in the Kitchen”

Authors

  • Nur Ali Yasin Universitas Islam Ibrahimy Banyuwangi

DOI:

https://doi.org/10.47766/saree.v7i1.6019

Keywords:

women, education, Islam, domestic stigma, equality

Abstract

This article discusses women's rights to access education and how Islam theologically and historically breaks down the domestic stigma that places women only in the realm of the kitchen and household. Through a qualitative approach with a literature study method, this article analyzes the texts of the Qur'an, hadith, and other relevant texts to answer accusations of discrimination against women and explain the priority of knowledge for every Muslim, both men and women. Islam views education as a basic human right and places women as the main pillar in the process of family and community education. The phrase that "mother is the first madrasah" reflects how crucial the role of women is in giving birth to a knowledgeable and moral generation. Therefore, limiting access to education for women is a form of inequality that is contrary to Islamic principles. Domestic stigma is more born from patriarchal cultural construction, not from religious teachings. This article emphasizes the need to build collective awareness to eliminate gender discrimination in the world of education.

 

Abstrak

Artikel ini membahas hak perempuan dalam mengakses pendidikan serta bagaimana Islam secara teologis dan historis meruntuhkan stigma domestik yang menempatkan perempuan hanya dalam ranah dapur dan rumah tangga. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, artikel ini menganalisis teks-teks Al-Qur’an, hadis, dan teks relevan lainnya untuk menjawab tuduhan diskriminasi terhadap perempuan dan menjelaskan keutamaan ilmu bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Islam memandang pendidikan sebagai hak dasar manusia dan menempatkan perempuan sebagai pilar utama dalam proses pendidikan keluarga dan masyarakat. Ungkapan bahwa “ibu adalah madrasah pertama” mencerminkan betapa krusialnya peran perempuan dalam melahirkan generasi berpengetahuan dan berakhlak. Oleh karena itu, pembatasan akses pendidikan bagi perempuan merupakan bentuk ketimpangan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Stigma domestik lebih banyak lahir dari konstruksi budaya patriarki, bukan dari ajaran agama. Artikel ini menegaskan perlunya membangun kesadaran bersama untuk menghapus diskriminasi gender dalam dunia pendidikan.

References

Ahimsa, I. N., Saepudin, A., & Nur Inten, D. (2022). Implikasi Pendidikan dari Surat An-Nahl Ayat 57-59 mengenai Budaya Masyarakat Arab Jahiliah atas Kelahiran Anak Perempuan terhadap Pendidikan Kaum Wanita. Bandung Conference Series: Islamic Education, 2(2), 491–498. https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2.3792

Albina, M., & Aziz, M. (2021). Hakikat Manusia dalam Al-Quran dan Filsafat Pendidikan Islam. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 10(2). https://doi.org/10.30868/ei.v10i02.2414

Bendar, A. (2019). Feminisme dan gerakan Sosial. Al-Wardah: Jurnal Kajian Perempuan, Gender Dan Agama, 13(1), 25–37.

Dellawati, D., Subandi, S., & Wulandari, H. (2023). Konsep Pendidikan Perempuan Perspektif Raden Ajeng Kartini dan Rahma El-Yunusiyah Serta Relevansi dengan Pendidikan Islam Kontemporer. Hikmah, 20(2), 284–300. https://doi.org/https://doi.org/10.53802/hikmah.v20i2.312

Florentina, S. (2023). Aisyah Perempuan Pengukir Sejarah Pendidikan Pada Masa Rasulullah. JPT: Jurnal Pendidikan Tematik, 4(2), 163–174. https://siducat.org/index.php/jpt/article/view/843

Hakim, L. (2016). Pemerataan akses pendidikan bagi rakyat sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 2(1). https://jurnal.umsu.ac.id/index.php/edutech/article/view/575

Heni, R., Aini, Z., & Fitri, M. (2023). Peran Wanita Karir Terhadap Pola Pengasuhan Anak. Saree: Research in Gender Studies, 5(1), 53-70. https://doi.org/10.47766/saree.v5i1.1785

Hidayat, M. S. (2021). Argumentasi Pembaruan Ushul Al-Fiqh: Problematika dan Tantangannya. Journal of Islamic Studies and Humanities, 6(1), 1–22. https://doi.org/10.21580/jish.v6i1.8175

Hindriana, A. F., Suryani, Y., & Lismaya, L. (2019). Aktualisasi wanita berpendidikan pada era globalisasi dalam menjaga etika dan moral lingkungan. Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(02).

Huda, M. (2018). Eksistensi Pesantren Dan Deradikalisasi Pendidikan Islam Di Indonesia. Jurnal Kajian Keislaman Dan Kemasyarakatan, 3(1), 91. https://core.ac.uk/download/pdf/230670376.pdf

Iskandar, I. (2022). Gender dan Problematika Ekonomi Perempuan Aceh. Saree: Research in Gender Studies, 4(2), 116-130. https://doi.org/10.47766/saree.v4i2.1025

Jannah, A. (2023). Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 2758–2771. https://doi.org/https://doi.org/10.23969/jp.v8i2.10090

Jannah, S., & Sefta Bramastia, L. (2021). Urgensi Pendidikan Jenis Kelamin Dan Gender Bagi Anak Usia Dini. THUFULI: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3(2), 36–45. http://riset.unisma.ac.id/index.php/fai/index

Jaysawal, N., & Saha, S. (2023). Role of education in women empowerment. International Journal of Applied Research, 9(4), 08-13.

Junaidi, J., & Sukanti, N. D. (2022). Perempuan dengan Peran Ganda dalam Rumah Tangga. Saree: Research in Gender Studies, 4(1), 25-37. https://doi.org/10.47766/saree.v4i1.632

Karlina, H. (2020). Pemikiran Pendidikan dan Perjuangan Raden Ayu Kartini Untuk Perempuan Indonesia. Jurnal Humanitas, 7(1), 35–44.

Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tanggal 02 Mei 1964.

Khasanah, W. (2021). Kewajiban Menuntut Ilmu dalam Islam. Jurnal Riset Agama, 1(2), 296–307. https://doi.org/10.15575/jra.v1i2.14568

Lisliningsih, N., & Wati, S. (2025). Wanita dan Ilmu Pengetahuan Pada Zaman Rasulullah: Telaah Literasi dan Pendidikan dalam Perspektif Hadis. JUTEQ: Jurnal Teologi & Tafsir, 2(2), 467–478.

Maisaroh, M. (2015). Islam dan Hak Asasi Manusia. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 2(2), 254–266.https://doi.org/http://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/islamuna/article/view/665

Pramudawardhani, I., & Estiana, E. (2019). Perjuangan Dan Pemikiran Ra Kartini Tentang Pendidikan Perempuan. Keraton: Journal of History Education and Culture, 1(1). https://doi.org/http://journal.univetbantara.ac.id/index.php/KERATON/article/view/322

Pratiwi, Y. D., & Ladamay, O. M. M. A. (2023). Ibu Adalah Sekolah Pertama (Al Ummu Madrasatul Ula) Bagi Anaknya Dalam Buku Bidadari Itu Adalah Ibu Karya Ninik Handrini. Tamaddun, 24(1), 017. https://doi.org/10.30587/tamaddun.v24i1.5888

Ramadhanti, N., Kusen, K., & Karolina, A. (2022). Kepribadian Aisyah RA Dalam Buku Sejarah Lengkap Kehidupan Ummul Mu’minin Aisyah RA Karya Sulaiman An-Nadawi. IAIN Curup.

Rahman, F., Zanzibar, Z., Yuzar, E., & Sari, D. D. (2024). Gendered Power Struggles: A Critical Discourse Analysis of Restrictive Practice in Contemporary Journalism Under Taliban Regime. Tribakti: Jurnal Pemikiran Keislaman, 35(1), 23-36. https://doi.org/10.33367/tribakti.v35i1.4418

Rohmadi, S. H. (2018). Pengembangan berpikir kritis (crititcal thinking) dalam Alquran: Perspektif psikologi pendidikan. Jurnal Psikologi Islam, 5(1), 27–36. http://jpi.api-himpsi.org/index.php/jpi/article/view/56

Setyorini, R. (2017). Diskriminasi Gender dalam Novel Entrok Karya Okky Madasari: Kajian Feminisme. Jurnal Desain, 4(03), 291. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v4i03.1866

Sihaloho, W. (2024). Wanita dalam Pendidikan Islam Klasik. Jurnal Ushuluddin, 22(2). https://doi.org/https://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/ushuluddin/article/view/22266

Siregar, M. F. Z. (2023). Pentingnya Pengembangan Karir Bagi Perempuan Di Masa Kini. Saree: Research in Gender Studies, 5(1), 89-102. https://doi.org/10.47766/saree.v5i1.1807

Supriatna, E. (2019). Islam dan Ilmu Pengetahuan. Jurnal Soshum Insentif, 128–135. https://doi.org/10.36787/jsi.v2i1.106

Taubah, M. (2015). Pendidikan anak dalam keluarga perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 3(1), 109–136. https://doi.org/https://doi.org/10.15642/jpai.2015.3.1.109-136

UU HAM. (1999). Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. 39, 1–45.

UU Sisdiknas. (2003). Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1, 1–7.

UUD. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Wahid, A. (2011). Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Jakarta: Democracy Project.

Wirakusuma, A. N. (2024). Peran Ibu Pekerja sebagai Madrasatul Ula dalam Mendampingi Belajar Anak pada Pembelajaran PAI. Cendekia Journal of Curriculum and Educational Development, 1(1), 16–23. https://ejournal.cendekianusantara.com/cendekia/article/view/3

Yasin, N. A., & Hidayah, F. (2024). Ayat-ayat al-Qur’an tentang Dimensi Profil Pelajar Pancasila melalui Metode Tafsir Maudhu’i. Banyuwangi: LPPM Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi.

Yuni, S. (2020). Kesetaraan Gender dalam Lingkup Pendidikan dan Tata Sosial. IJouGS: Indonesian Journal of Gender Studies, 1(2), 1–14. https://doi.org/10.21154/ijougs.v1i2.2317

Downloads

Published

2025-06-10

How to Cite

Yasin, N. A. (2025). Women’s Right to Education: How the Islamic View Breaks Down the Domestic Stigma that “A Woman’s Place is in the Kitchen” . Saree: Research in Gender Studies , 7(1), 31–45. https://doi.org/10.47766/saree.v7i1.6019