Child Marriage Challenges and Institutional Countermeasures: Exploring Factors, Impacts, and Government Strategies in Islamic Context
DOI:
https://doi.org/10.47766/saree.v8i1.7426Keywords:
Child Marriage Factors, Islamic Values, Ulil Amri, SDGsAbstract
Child marriage has shifted from a social phenomenon into a normalized community practice, creating a stark distinction and paradox with Islamic values that emphasize human welfare (maslahat al-ummah) and the protection of future generations (hifzh al-nasl). This practice also directly hinders the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Gender Equality and No Poverty. This study aims to identify the driving factors of early marriage and analyze the strategic role of the regional government as the authorized guardian (ulil amri) in mitigating its negative impacts to build a resilient society. Using a descriptive qualitative approach, data were gathered through in-depth interviews with key stakeholders (Population control and family planning Office, public health Office, and the Office of Religious Affairs in Empat Lawang Regency), participatory observation, and focus group discussions. The findings indicate that the normalization of child marriage is driven by social constructs that view early marriage as an instant remedy for low educational attainment, poverty, lack of parental supervision, and out-of-wedlock pregnancies. There is a stark distinction between the community's cultural justification and true Islamic principles; public misinterprets early marriage as a moral shield, whereas Islam substantively warns against creating a "weak generation" (dzurriyyatan dhi'afan). The regional government’s role as the authorized guardian (ulil amri) in mitigating these impacts through reproductive health education and family assistance programs remains fragmented. The integration of religious institutions like the KUA in deconstructing this flawed understanding is not yet optimal. These findings imply that future policies must shift toward bottom-up community engagement and aggressive pre-marital counselling at the village level.
Abstract Indonesian
Pernikahan anak telah bergeser dari sekadar fenomena sosial menjadi praktik masyarakat yang ternormalisasi, sehingga menciptakan distingsi dan paradoks yang tajam dengan nilai-nilai keislaman yang menekankan kemaslahatan umat (maslahat al-ummah) dan perlindungan generasi masa depan (hifzh al-nasl). Praktik ini juga secara langsung menghambat pencapaian SDGs, khususnya Gender Equality dan No Poverty. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor pendorong pernikahan dini dan menganalisis peran strategis pemerintah daerah sebagai pemimpin otoritatif (ulil amri) dalam memitigasi dampak negatifnya demi membangun masyarakat yang tangguh. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama (DPPKB, Dinas Kesehatan, dan KUA di di Kabupaten Empat Lawang), observasi partisipatif, serta diskusi kelompok terpumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa normalisasi pernikahan anak didorong oleh konstruksi sosial yang menganggap pernikahan dini sebagai solusi instan atas rendahnya tingkat pendidikan, kemiskinan, kurangnya pengawasan orang tua, dan kehamilan di luar nikah. Terdapat distingsi antara justifikasi kultural masyarakat dengan prinsip Islam yang sejati; masyarakat sering kali menyalahartikan pernikahan dini sebagai pelindung moral, padahal Islam memperingatkan agar kita tidak melahirkan "generasi yang lemah" (dzurriyyatan dhi'afan). Peran pemerintah daerah sebagai ulil amri dalam memitigasi dampak-dampak tersebut melalui edukasi kesehatan reproduksi dan program pendampingan keluarga masih terfragmentasi. Integrasi lembaga keagamaan seperti KUA dalam mendekonstruksi pemahaman keliru ini juga belum optimal. Temuan ini mengimplikasikan bahwa kebijakan di masa depan harus bergeser ke arah pelibatan masyarakat berbasis bottom-up (dari bawah ke atas) dan konseling pranikah yang agresif di tingkat desa.
References
Badan Kependudukan dan Keluarga Bencana (BKKBN). (2020). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Badan Pusat Statistik, Bappenas, Puspaka. (2020). Pencegahan Perkawinan Anak Percepatan.
Badan Pusat Statistik. (2021). Umur Kawin Pertama 2014-2016. Retrieved from Badan Pusat Statistik Kabupaten Empat Lawang: https://empatlawangkab.bps.go.id/id/statistics-table/2/ODIjMg==/umur-kawin-pertama.html
Batubara, M., & Manik, F. N. (2023). Peran Dan Fungsi Pemerintah Dalam Perspektif Islam. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(2), 6080-6090. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/1068
Berliandaldo, M., Chodiq, A., & Fryantoni, D. (2021). Kolaborasi dan Sinergitas antar Stakeholder dalam Pembangunan Berkelanjutan Sektor Pariwisata di Kebun Raya Cibinong. INOBIS: Jurnal Inovasi Bisnis dan Manajemen Indonesia, 221-233. https://doi.org/10.31842/jurnalinobis.v4i2.179
Bryson, J. (2007). What to do when Stakeholders Matter: Stakeholder Identification and Analysis Techniques. Public Management Review, 21-53. https://doi.org/10.1080/14719030410001675722
Candra, D. G. (2026). Konsep Pernikahan Dini dalam Hukum Keluarga Islam: Dari Konteks Historis Masa Nabi ke Regulasi Modern Berbasis Maqāṣid al-Syarī'ah. Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, 12 (01). https://doi.org/10.58401/faqih.v12i1.3204
Chamidah, N., Hariadi, S. S., Selvi, A. M., & Siddiq, D. M. (2021). Strategi Komunikasi Dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pengembangan Ketahanan Desa Wisata Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Cirebon. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(1), 90-111. https://doi.org/10.22146/jkn.61859
Creswell, J., & Creswell, J. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage Publications.
Darmawan, A. D. (2024). Katadata.co.id. Retrieved from databooks: https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/1e2daeaea864c11/99-9-penduduk-di-kabupaten-empat-lawang-beragama-islam#:~:text=Menurut%20data%20Ditjen%20Dukcapil%20Kemendagri%2C%20porsi%20penduduk%20beragama,penduduk%20pada%202023%20lalu%20berjumlah%2
Direktorat Bina Ketahanan Remaja, B. K. (2019). Pembinaan Ketahanan Remaja: Memberdayakan Peran Sebaya dan Menguatkan Peran Orang Tua dalam Pengasuhan di Keluarga. BKKBN.
Djamilah, D., & Kartikawati, R. (2014). Dampak Perkawinan Anak di Indonesia. Journal Studi Pemula 3(1). https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.32033
Freeman, R. E., & McVea, J. (2005). A stakeholder approach to strategic management. The Blackwell handbook of strategic management, 183-201.
Hidayatullah, I. (2015). Peran Pemerintah Di Bidang Perekonomian Dalam Islam. Dinar: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Islam, 2(1). https://doi.org/10.21107/dinar.v2i1.2691
Jayani, D. H. (2021). Wabah Pernikahan Dini di Tengah Pandemi dan Dampak Buruknya. Retrieved from Katadata: https://katadata.co.id/analisisdata/5ff7cb5cdf279/wabah-pernikahan-dini-di-tengah-pandemi-dan-dampak-buruknya
KPAI. (2018). Kata KPAI, Pernikahan Dini Bikin Angka Kemiskinan Makin Tinggi. Retrieved from Jawa Pos: https://www.jawapos.com/features/humaniora/14/12/2018/kata-kpai-pernikahan-dini-bikin-angka-kemiskinan-makin-tinggi/
Miles, M., & Huberman, M. (1994). Qualitative Data Analysis. London: Sage.
Muhadara, I., Parawangi, A., & Malik, I. (2016). Peran Pemerintah Daerah Dalam Pengendalian Perkawinan Usia Dini di Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar. Kolaborasi: Jurnal Administrasi Publik, 2(3), 284-300. https://doi.org/10.26618/kjap.v2i3.884
Muntamah, A. L., Latifiani, D., & Arifin, R. (2019). Pernikahan dini di Indonesia: Faktor dan peran pemerintah (Perspektif penegakan dan perlindungan hukum bagi anak). Widya Yuridika, 2(1), 1-12. https://doi.org/10.31328/wy.v2i1.823
Mustofa, H. Z., Wahyudi, A., & Marpuah, S. (2025). Bridging the Gap Between Maqasid Al-Shariah and The SDGs: Challenges and Opportunity for Sustainable Development. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam, 11(1), 49-81. https://orcid.org/0009-0001-7890-1074
Najiyati, S., & Susilo, S. R. (2011). Sinergitas Instansi Pemerintah dalam Pembangunan Kota Terpadu Mandiri. Jurnal Ketransmigrasian, 113-124.
Rahmawati, T. (2014). Sinergitas stakeholders dalam inovasi daerah (Studi pada Program Seminggu di Kota Probolinggo (SEMIPRO) (Doctoral dissertation, Brawijaya University).
Sabariman, H. (2019). Peran Klèbun Babine’dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Usia Dini di Desa Ponteh Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. PALASTREN: Jurnal Studi Gender, 12(2), 317-344. https://doi.org/10.21043/PALASTREN.V12I2.6053
Shirey, M. R. (2012). Stakeholder analysis and mapping as targeted communication strategy. JONA: The Journal of Nursing Administration, 42(9), 399-403. https://doi.org/10.1097/NNA.0b013e3182668149
Silalahi, U. (2004). Komunikasi pemerintahan: mengirim dan menerima informasi tugas dan informasi publik. Jurnal Administrasi Publik, 3(1). https://journal.unpar.ac.id/index.php/JAP/article/view/652
Schaffnit, S. B., Urassa, M., & Lawson, D. W. (2019). “Child marriage” in context: exploring local attitudes towards early marriage in rural Tanzania. Sexual and reproductive health matters, 27(1), 93-105. https://doi.org/10.1080/09688080.2019.1571304
Suhariyati, S., Haryanto, J., & Probowati, R. (2019). Trends of early marriage in developing countries: A systematic review. Jurnal Ners, 14(3), 277. https://doi.org/10.20473/jn.v14i3.17019
Tahoba, A. E. P. (2011). Strategi Komunikasi Dalam Program Pengembangan Masyarakat (Community Development) Kasus Program Community Development pada Komunitas Adat Terkena Dampak Langsung Proyek LNG Tangguh di Sekitar Teluk Bintuni Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat. Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian Dan Teknologi Pertanian, Universitas Papua, 187-197.
Zuhriah, E., & Imam, S. (2022). Strategi Penanggulangan Perkawinan Anak Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22/PUU-XV/2017 Perspektif Teori Maslahah. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar'iah, 14(1), 160-178. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v14i1.16076
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nabila Khoirunnisa Harliani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


