Weaving as a Practice of Care for Land and Identity through the Lens of Mama Aleta Baun’s Struggle
DOI:
https://doi.org/10.47766/saree.v8i2.7612Keywords:
indigenous people, weaving, Struggle, Mama Aleta Baun, MolloAbstract
The resistance of indigenous women plays a crucial role in maintaining a spiritual-ecological relationship with the surrounding environment. In Mollo, located in East Nusa Tenggara, Indonesia, Mama Aleta Baun have led the indigenous community's struggle against the expansion of a marble mine that has destroyed the indigenous forest ecosystem and the community's territory. This resistance is carried out in a unique way, not using violence or formal channels such as law, but through cultural practices, namely weaving. This study aims to understand how indigenous Mollo women interpret weaving activities as a form of cultural and political resistance against the threat posed by mining companies. In order to explore the narrative, symbolism, and meaning of the Mollo indigenous women’s movement against marble mining, this research employs a qualitative approach using thematic content analysis. The analysis was conducted using an ecofeminist approach to delve deeper into the symbolic meaning of weaving practices and the role of women in maintaining the natural ecology in Mollo region. The results indicate that weaving is a passive resistance strategy that carries a range of highly spiritual symbolic meanings. The weaving demonstrated by indigenous women expresses ecological knowledge, traditional values, and the sovereignty of their ancestral lands. The woven threads serve as a critique of exploratory development models and as a means to strengthen the cultural and spiritual identity of the Mollo indigenous community. Mama Aleta Baun's struggle serves as concrete evidence that local culture and spiritual beliefs can be a powerful force in ecofeminist-based environmental movements.
ABSTRACT INSONESIAN
Perlawanan perempuan dalam masyarakat adat memiliki peran penting dalam menjaga hubungan spiritual-ekologis dengan alam sekitar. Di daerah Mollo, tepatnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), perempuan seperti Mama Aleta Baun memimpin perjuangan masyarakat adat melawan ekspansi tambang marmer yang merusak ekosistem hutan adat dan kehidupan masyarakat adat. Perlawanan ini dilakukan dengan cara yang terbilang unik, bukan melalui kekerasan atau jalur formal seperti hukum, melainkan melalui praktik budaya, yaitu menenun. Untuk mengeksplorasi narasi, simbolisme, dan makna gerakan perempuan adat Mollo dalam menentang penambangan marmer, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten tematik. Analisis tersebut dilakukan menggunakan pendekatan ekofeminisme guna mendalami makna simbolis praktik menenun serta peran perempuan dalam menjaga ekologi alam di wilayah Mollo. Analisis dilakukan dengan pendekatan ekofeminisme untuk menggali lebih dalam makna simbolik dari praktik menenun serta peran perempuan dalam menjaga ekologis alam di wilayah Mollo. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menenun merupakan langkah strategi perlawanan pasif yang dilakukan dengan berbagai makna simbolik yang sangat spiritual. Menenun yang di perlihatkan oleh perempuan adat Mollo dimunculkan dengan mengekspresikan pengetahuan ekologis, nilai adat, dan kedaulatan adat tanah leluhur mereka. Benang tenun menjadi bentuk kritik terhadap model pembangunan yang eksploratif serta cara untuk menguatkan identitas budaya dan spiritual komunitas adat Mollo. Sehingga pada akhirnya, perjuangan Mama Aleta Baun menjadi bukti nyata bahwa budaya dan spiritualisme kepercayaan lokal dapat menjadi kekuatan besar dalam gerakan lingkungan berbasis ekofeminisme.
References
Aprilia, R., & Wijaya, R. (2024). Makna Wanita Tangguh Di Program Tayangan Satu Indonesia Di NET. Episode Mama Aleta Baun. Komsospol, 4(2), 81-89. https://doi.org/10.47637/komsospol.v4i2.1419
Antara News. (2013). Mama Aleta wins the 2013 Goldman Environmental Prize. Retrieved from https://www.antaranews.com/berita/369079/mama-aleta-raih-goldman-environmental-prize-2013
Blumberg, L., & Samuel, C. (2019). Gender, development and the environment: Female empowerment and the creation of sustainable societies. In Development in Crisis: Threats to human well-being in the Global South and Global North. Fish Books Ltd. https://doi.org/10.4324/9781315772042
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Dalupe, B. (2020). Dari Hutan Ke Politik Studi Terhadap Ekofeminisme Aleta Baun Di Mollo-NTT. Jurnal Polinter: Kajian Politik dan Hubungan Internasional, 5(2), 31-51. https://doi.org/10.52447/polinter.v5i2.4056
EraPurike, E., Tobing, F., Azizah, N., & Kesumah, P. (2023). Ekofeminisme dan peran perempuan Indonesia dalam perlindungan lingkungan. Jurnal Relasi Publik, 1(3), 42-53. https://doi.org/10.59581/jrp-widyakarya.v1i3.961
Fahimah, S. (2017). Ecofeminism: Theory and Movement. Journal Islamic Communication and Broadcasting, 1(1), 6–19. Retrieved from https://ejournal.iai-tabah.ac.id/alamtaraok/en/article/view/220
Frans, J., Sinu, I., & Nainiti, P. N. (2020). Dinamika Kelompok Tani Di Desa Netpala Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan. Buletin Ilmiah IMPAS, 21 (2), 102-110. https://doi.org/10.35508/impas.v21i02.2624
Gajah, S. M. (2022). Kedudukan Hukum Masyarakat Adat Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI) Dalam Penguasaan Tanah Eks HGU PTPN II Di Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang (Studi Kantor Sekretariat BPRPI) (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).
Goldman Prize. (nd). Aleta Baun. Retrieved from https://www.goldmanprize.org/recipient/aleta-baun/
Kozinets, R. V. (2010). Netnography: The marketer’s secret weapon. White paper, 1-13.
Kirihio, M., Sornica, E., & Morentalisa, H. (2021). Women Protecting Land and Forests. In Papuan Women's Working Group (PWG) AJAR (1st ed.).
Maemunah, S. (2015). Mollo, Development and Climate Change: People's Efforts to Restore Damaged Nature (April Issue). Publisher Kompas Book.
Huberman, M., & Miles, M. (1994). Manejo de datos y métodos de análisis. The Sage handbook of qualitative research, 428-444.
Mongabay. (2013, April 15). Mama Aleta struggles maintain environment, against mine with weaving. Retrieved from https://mongabay.co.id/2013/04/15/mama-aleta-berjuang-mempertahankan-lingkungan-melawan-tambang-dengan-menenun/
Mongabay. (2017, March 14). Mama Aleta Fund: For Woman fighter and savior nature. Retrieved from https://mongabay.co.id/2017/03/14/mama-aleta-fund-untuk-perempuan-pejuang-dan-penyelamat-alam/
mamaaleta.org. (nd). Mama Aleta: Rescue Mutis Mountains. Accessible from https://mamaaleta.org/mama-aleta-penyelamatan-pegunungan-mutis/
mamaaleta.org. (nd). School Nausus Weaving. Accessed from https://mamaaleta.org/sekolah-tenun-nausus/
Nagari, H. P. (2020). Gerakan sosial ekofeminisme melawan penambangan marmer di gunung mutis nusa tenggara timur. International Journal of Demos, 2(1), 58-67. https://doi.org/10.37950/ijd.v2i1.33
Ndamunamu, M., & Mesa, A. L. M. (2024). Peran Perempuan Pengelola Bantuan Program Keluarga Harapan di Kelurahan Kambajawa Kabupaten Sumba Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Inada: Kajian Perempuan Indonesia Di Daerah Tertinggal, Terdepan, Dan Terluar, 7(1), 58-79. https://doi.org/10.33541/ji.v7i1.5226
Oematan, I., Manafe, Y. D., & Swan, M. V. (2024). Komunikasi Visual dalam Desain Tenun Masyarakat Suku Mollo:(Studi Etnografi di Desa Taneotob, Kabupaten TTS). Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi, 4(1), 107-128. https://doi.org/10.59895/deliberatio.v4i1.236
Oematan, O. K., Soetedjo, I. P., & Pellokila, M. R. (2020). Strategi pengembangan komoditas pinang berkelanjutan berdasarkan evaluasi kesesuaian lahan di Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Penelitian Kehutanan Faloak, 4(1), 11-22. https://doi.org/10.20886/jpkf.2020.4.1.11-22
Parastasia, C. (2024). Ekofeminisme Spritiualis pada Gerakan Perempuan Adat dalam Menolak Tambang Marmer di Mollo, Nusa Tenggara Timur. Peradaban Journal of Religion and Society, 3(1), 67-83. https://doi.org/10.59001/pjrs.v3i1.144
She Builds Peace. (nd). Mama Aleta Baun: Participation Woman in struggle environment. Accessible from https://shebuildspeace.id/mama-aleta-baun-partisipai-perempuan-dalam-perjuangan-lingkungan/
Turu, S., Keyzia, M., & Julia, M. (2016). Nilai Sosialitas Dalam Motif Tenun Masyarakat Mollo Utara. 1–23.
Velrahga, K. D., Achmad, A., & Sungkono, N. (2023). Gerakan Kontra-Hegemoni Masyarakat Adat Mollo Kepada Negara Dalam Pemberitaan Project Multatuli. Petanda: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora, 6(1), 44-57. https://doi.org/10.32509/petanda.v6i1.3753
Zhafirah, F. S., Priyatna, A., & Adipurwawidjana, A. J. (2023). The Ambivalent Portrayal of the Ecofeminist Movement in Tanah Ibu Kami (2020). Metahumaniora, 13(3), 220-228. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v13i3.48736
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Putri Khispa Yadia, Ika Arinia Indriyany

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
