- Focus and Scope →
- Copyright Notice →
- Open Access Policy →
- Peer Review Process →
- Plagiarism Policy →
- Publication Ethics →
- Generative AI Policy →
- Retraction and Correction Policy →
- Conflict of Interest →
- Article Processing Charges (APCs) →
- Publication Schedule →
Generative AI Policy
Pase: Journal of Contemporary Islamic Education mengakui bahwa kecerdasan buatan generatif (generative artificial intelligence atau AI) dan teknologi berbantuan AI dapat mendukung penelitian akademik dan penulisan ilmiah. Penggunaannya harus dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, serta sesuai dengan prinsip integritas akademik, etika penelitian, dan etika publikasi.
1. Penggunaan AI oleh Penulis
Penulis diperbolehkan menggunakan perangkat AI untuk penyuntingan bahasa, perbaikan tata bahasa, penerjemahan, dan bantuan penulisan lainnya yang sesuai. Penulis wajib mengungkapkan penggunaan AI apabila teknologi tersebut memberikan kontribusi substantif terhadap penyusunan, analisis, atau penyajian naskah.
Penulis bertanggung jawab sepenuhnya atas akurasi, orisinalitas, validitas, dan integritas naskah yang diajukan. Seluruh konten, referensi, kutipan, data, dan pernyataan faktual yang dihasilkan AI harus diperiksa dan diverifikasi secara cermat. AI tidak boleh digunakan untuk merekayasa hasil penelitian, menghasilkan bukti yang menyesatkan, atau melanggar ketentuan plagiarisme, hak cipta, dan privasi.
Sistem AI tidak dapat dicantumkan sebagai penulis atau penulis pendamping karena tidak dapat bertanggung jawab atas penelitian maupun memenuhi persyaratan kepengarangan.
Apabila diperlukan, penulis harus menyertakan pernyataan yang mengidentifikasi perangkat AI yang digunakan beserta tujuan penggunaannya. Contoh pernyataan:
"Penulis menggunakan [nama perangkat AI] untuk [tujuan penggunaan] selama proses penyusunan naskah ini. Penulis telah memeriksa dan merevisi konten terkait serta bertanggung jawab sepenuhnya atas akurasi dan integritas karya ini."
2. Penggunaan AI oleh Editor dan Reviewer
Editor dan reviewer wajib menjaga kerahasiaan naskah yang diajukan, laporan penelaahan, dan komunikasi editorial. Materi yang belum dipublikasikan atau bersifat rahasia tidak boleh diunggah ke platform AI eksternal, kecuali terdapat otorisasi yang sesuai dan perlindungan data yang memadai.
AI dapat digunakan untuk mendukung tugas editorial tertentu, tetapi tidak boleh menggantikan penilaian manusia dalam proses penelaahan sejawat (peer review) maupun pengambilan keputusan editorial. Editor dan reviewer tetap bertanggung jawab atas keadilan, akurasi, dan integritas penilaian mereka.
3. Penyalahgunaan AI
Praktik yang tidak dapat diterima meliputi penyembunyian penggunaan AI yang berkontribusi secara substantif ketika pengungkapan diwajibkan, rekayasa atau manipulasi data dan referensi, penyajian kepengarangan yang menyesatkan, pelanggaran hak kekayaan intelektual, serta penggunaan AI untuk memanipulasi proses penelaahan sejawat.
Dugaan penyalahgunaan AI akan dinilai oleh tim editorial sesuai dengan kebijakan etika publikasi jurnal. Berdasarkan tingkat keseriusan kasus, jurnal dapat meminta klarifikasi, mewajibkan revisi, menolak naskah, atau mengambil tindakan pascapublikasi yang sesuai, termasuk koreksi atau pencabutan artikel (retraction).
Hasil perangkat pendeteksi AI tidak akan dianggap sebagai satu-satunya bukti konklusif atas pelanggaran etika. Setiap dugaan pelanggaran akan dinilai berdasarkan bukti yang tersedia dan keadaan yang relevan.
4. Kepatuhan dan Peninjauan Kebijakan
Dengan mengajukan naskah, penulis menyatakan kesediaannya untuk mematuhi kebijakan ini dan tetap bertanggung jawab atas seluruh konten yang diajukan untuk publikasi. Pase: Journal of Contemporary Islamic Education dapat meninjau dan memperbarui kebijakan ini seiring dengan perkembangan teknologi AI dan standar etika publikasi yang relevan.

