Studi Komparatif Konsep Mizan (Keseimbangan) dalam Al-Qur'an dan Teori Gaia dalam Konteks Pedagogi Kritis pada Pembelajaran PAI Pasca-Bencana
DOI:
https://doi.org/10.47766/pase.v5i1.7555Keywords:
Mizan, Teori Gaia, Pedagogi Kritis, PascabencanaAbstract
Peningkatan frekuensi bencana alam memberikan dampak multidimensional terhadap kehidupan manusia, termasuk aspek psikologis, spiritual, sosial, dan pendidikan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan pendekatan pedagogis yang mampu mengintegrasikan kesadaran ekologis dengan nilai-nilai spiritual Islam dalam konteks pemulihan pascabencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konseptual antara konsep Mizan (keseimbangan) dalam Al-Qur’an dan Teori Gaia dalam perspektif ekologi modern serta merumuskan implikasinya terhadap pengembangan pedagogi kritis dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pascabencana. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis komparatif terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan konsep Mizan, Teori Gaia, pedagogi kritis, pendidikan Islam, dan kajian kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Mizan menempatkan keseimbangan alam sebagai bagian dari sunnatullah serta menegaskan tanggung jawab etis manusia sebagai khalifah dalam menjaga keharmonisan ciptaan. Sementara itu, Teori Gaia memandang bumi sebagai sistem kehidupan yang kompleks dan saling terhubung antar komponennya. Kedua perspektif tersebut memiliki titik temu dalam menekankan pentingnya keseimbangan, keterhubungan, dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Sintesis antara konsep Mizan dan Teori Gaia menghasilkan model konsep Ekoteologi Islam Transformatif yang mengintegrasikan spiritualitas Islam, kesadaran ekologis, dan etika hubungan manusia dengan alam. Model tersebut memberikan landasan bagi pengembangan pedagogi kritis PAI yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman normatif keagamaan, tetapi juga membangun kesadaran ekologis, kepedulian sosial, dan tindakan nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan dan pascabencana.
References
Creswell, J. W., & Guetterman, T. C. (2022). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (7th ed.). Pearson.
Foltz, R. C. (2021). Islam and ecology: A bestowed trust. Harvard University Press.
Freire, P. (2018). Pedagogy of the oppressed: 50th anniversity edition. Bloomsbury Academic.
Intergovernmental Panel on Climate Change. (2023). Climate change 2023: Synthesis report. IPCC.
Khoirurrijal, M. F., Ala, A., & Huda, H. (2026). Integrating religious and environmental education in Indonesian eco-pesantren: does student religiosity enhance environmental awareness? Environmental Education Research, 32(9), 2765–2790. https://doi.org/10.1080/13504622.2025.260060
Krajcik, J. S., & Blumenfeld, P. C. (2021). Project-based learning. In R. K. Sawyer (Ed.), The Cambridge handbook of the learning sciences (2nd ed.). Cambridge University Press. https://doi.org/10.1017/CBO9780511816833
Krippendorff, K. (2022). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications.
Lenton, T. M. (2021). Earth system science: A very short introduction. Oxford University Press.
Lovelock, J. (2020). Gaia: A new look at life on Earth. Oxford University Press.
Mangunjaya, F. M., & McKay, J. E. (2012). Reviving an Islamic approach for environmental conservation in Indonesia. Worldviews, 16(3), 286-305. https://doi.org/10.1163/15685357-01603006
Maung, R., Pellow, D.N. (2021). Environmental Justice. In: Schaefer Caniglia, B., Jorgenson, A., Malin, S.A., Peek, L., Pellow, D.N., Huang, X. (eds.) Handbook of Environmental Sociology. Handbooks of Sociology and Social Research. Springer, Cham. https://doi.org/10.1007/978-3-030-77712-8_3
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2021). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.
Peek, L., Abramson, D. M., Cox, R. S., Fothergill, A., & Tobin, J. (2017). Children and disasters. In Handbook of disaster research (pp. 243-262). Cham: Springer International Publishing.
https://doi.org/10.1007/978-3-030-61278-8
Richardson, K., Steffen, W., Lucht, W., Bendtsen, J., Cornell, S. E., Donges, J. F., Drüke, M., Fetzer, I., Bala, G., von Bloh, W., Feulner, G., Fiedler, S., Gerten, D., Gleeson, T., Hofmann, M., Huiskamp, W., Kummu, M., Mohan, C., Nogués-Bravo, D., ... Rockström, J. (2023). Earth beyond six of nine planetary boundaries. Science Advances, 9(37), eadh2458.
https://doi.org/10.1126/sciadv.adh2458
Rizk, R. R. (2014). Islamic environmental ethics. Journal of Islamic Accounting and Business Research, 5(2), 194-204.
https://doi.org/10.1108/JIABR-09-2012-0060
UNESCO. (2020). Education for sustainable development: A roadmap. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
https://doi.org/10.54675/YFRE1448
UNICEF. (2021). The role of education in building resilience after disasters. United Nations Children’s Fund.
United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2022). Global assessment report on disaster risk reduction 2022: Our world at risk: Transforming governance for a resilient future. UNDRR.
Vlachopoulos, D. (2025). Authentic assessment: bridging higher education and real-world skills through diverse methodologies. In INTED2025 Proceedings (pp. 2225-2234). IATED.
Zed, M. (2023). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdul Hadi, Sayuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

